BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kabupaten Kepahiang sebagai salah satu dari kabupaten pemekaran dibentuk berdasarkan UU No. 39 tahun 2003 yang diresmikan oleh Mendagri di Jakarta pada tanggal 7 Januari 2004. RSUD Kepahiang sebagai bagian dari tatanan pemerintah daerah kabupaten Kepahiang sangat relevan keberadaannya dengan kebijakan pembangunan bidang kesehatan, sebagaimana diamanatkan UU No. 23 tahun 1992 yang diarahkan pada upaya promotif dan preventif dengan tidak mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.
RSUD Kepahiang yang merupakan peningkatan dari puskesmas perawatan dibangun atas inisiatif Bapak Gubernur Bengkulu melalui dana Proyek DHS-ADB propinsi Bengkulu. Seiring dengan tuntutan kemajuan dunia kesehatan, RSUD Kepahiang perlu menata dan mempersiapkan diri untuk mempertahankan eksistensi dan rencana pengembangan ke depan. Infrastruktur, tenaga-tenaga kesehatan, strategis, peralatan kesehatan (medik) modern dan kelembagaan rumah sakit masih perlu diperjuangkan secara terus menerus sehingga upaya pelayanan kesehatan dan rujukan bias berjalan optimal.
Dukungan dari semua lapisan masyarakat, pemerintah daerah kabupaten Kepahiang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepahiang serta kalangan / pihak swasta akan mempercepat langkah pengembangan RSUD Kepahiang menjadi kebanggaan masyarakat.
B. TUJUAN PENULISAN
Adanya gambaran umum RSUD Kepahiang dan dukungan penuh dari semua pihak terhadap arah dan strategi pengembangan RSUD Kepahiang yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.
C. KEADAAN DAN MASALAH
RSUD Kepahiang didirikan dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat akan kebutuhan dibidang kesehatan. Dalam kenyataan kondisi rumah sakit belum dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat, dapat dilihat dari sarana prasarana dengan peralatan yang belum memadai.
Beberapa permasalahan yang dihadapi RSUD Kepahiang saat ini :
- Kelembagaan RSUD Kepahiang sebagai unsur legalitas formal institusi pemerintah daerah
- Percepatan proses registrasi dan penetapan kelas RSUD Kepahiang
- Kesiapan tenaga kesehatan strategis dan peralatan kedokteran modern guna menunjang kegiatan operasional RSUD Kepahiang belum memadai.
- Potensi terjadinya dampak lingkungan akibat limbah rumah sakit
- Kondisi obyektif baik yang menunjang maupun menghambat dalam pelaksanaan manajemen rumah sakit.
BAB II
VISI dan MISI
A. VISI
1. Pernyataan Visi
Menjadikan RSUD Kepahiang sebagai pusat rujukan utama dengan pelayanan prima.
2. Penjelasan Visi
RSUD Kepahiang pada masa yang akan datang diharapkan mampu memberikan layanan-layanan spesialistik yang menjadi unggulan dalam pelayanan rumah sakit. Pelayanan tidak hanya memfokuskan pada penyembuhan (kuratif) tetapi diharapkan masyarakat yang sehat pun mau dan mampu menjadi customer RSUD Kepahiang (rujukan utama).
Layanan prima adalah sebagai jaminan kualitas pelayanan yang terbaik, tepat, cepat, ramah dan menjangkau semua lapisan masyarakat dengan hati ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.
B. MISI
1. Pernyataan Misi
1.1 Menata dan mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik yang memadai.
1.2 Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia
1.3 Memberikan layanan terbaik, tepat, cepat, an ramah serta menjangkau semua lapisan masyarakat dengan hati ikhlas dan rasa penuh tanggung jawab
1.4 Memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan
1.5 Meningkatkan pengawasan agar tercipta rasa tanggung jawab dan disiplin kerja yang tinggi
1.6 Membina kemitraan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi RSUD Kepahiang
Penjelasan Masing-masing Misi
2.1 Sebagai rumah sakit yang baru perlu adanya standarisasi peraatan kedokteran, sumber daya manusia, fasilitas penunjang memadai terus-menerus diperjuangkan agar RSUD Kepahiang sesuai standar sebagai rumah sakit tipe C.
2.2 Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga-tenaga strategis yang profesional dibidangnya mutlak dilakukan melalui peningkatan kemampuan yang senantiasa akan diupayakan dengan pembelajaran, pelatihan, short course, studi banding, dan sebagainya.
2.3 Rumah sakit sebagai institusi pelayanan bagi masyarakat akan terus meningkatkan layanan terbaik dengan pemanfaatan sarana dan prasarana semaksimal mungkin.
2.4 Dalam upaya peningkatan mutu layanan bagi masyarakat, kesejahtearaan karyawan rumah sakit tetap harus diperhatikan. Kesejahteraan karyawan yang optimal akan meningkatkan motivasi kerja secara maksimal dan memiliki kecintaan terhadap profesi yang dijalani.
2.5 Dalam upaya menjamin mutu layanan RSUD Kepahiang, maka upaya-upaya pemantauan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan sangat dibutuhkan. Hal ini diharapkan akan mempertinggi rasa tanggung jawab dan disiplin kerja semua karyawan.
2.6 Upaya pengembangan cakupan pelayanan rumah sakit terhadap pelanggannya, diantaranya dilakukan dengan meningkatkan kemitraan antara rumah sakit dengan pihak ketiga sebagai pengguna jasa dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD Kepahiang.
C. TUJUAN
Terciptanya iklim kerja yang konduktif sehingga RSUD Kepahiang mampu memberikan pelayanan prima dengan tenaga-tenaga profesional yang diberdayakan dan memiliki derajat kesejahteraan yang tinggi dengan dukungan penuh pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta.
D. SASARAN
1. Terwujudnya bentuk pengembangan dan struktur organisasi yang tepat / akomodatif dan kondusif serta adanya otorisasi dalam pengelolaan rumah sakit.
2. Tersedianya fasilitas peralatan medik dan non medik dengan teknologi modern
3. Meningkatnya pengetahuan, keahlian, dan keterampilan karyawan
4. Terciptanya sistem pengawasan internal dan eksternal
5. Terwujudnya perilaku hemat biaya dari seluruh karyawan RSUD Kepahiang
6. Terwujudnya kemitraan dan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Kepahiang
7. Terciptanya loyalitas pelanggan
E. TUGAS POKOK RSUD KEPAHIANG
Tugas pokok RSUD Kepahiang adalah melaksanakan upaya kesehatan umum dibidang kesehatan secara berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan pemeliharaan, penyembuhan, pemulihan kesehatan yang terlaksana secara terpadu dan sesuai serta melaksanakan upaya rujukan.
F. FUNGSI RSUD KEPAHIANG
1. Sebagai perumus kebijakan dibidang pelayanan kesehatan rumah sakit
2. Sebagai penyelenggara pelayanan medik
3. Sebagai penyelenggara pelayanan asuhan keperawatan
4. Sebagai penyelenggara pelayanan penunjang medik dan non medik
5. Sebagai penyelenggara pelayanan rujukan
6. Sebagai penyelenggara pendidikan dan pelatihan
7. Sebagai penyelenggara pelatihan dan pengembangan
8. Sebagai penyelenggara administrasi dan keuangan
9. Sebagai Pembina setiap unit pelaksana fungsional, tenaga fungsional medik, paramedic dan non medik dilingkungan rumah sakit
G. TATA NILAI / FALSAFAH
Dalam penyelenggaraan RSUD Kepahiang senantiasa berlandaskan falsafah / nilai-nilai luhur :
1. Perikemanusiaan
RSUD Kepahiang senantiasa memberikan layanan berdasarkan pada prinsip perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Hak Azazi Manusia
Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya merupakan hak azazi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama dan status sosial ekonomi.
3. Adil dan Merata
RSUD Kepahiang memberikan layanan bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat secara adil dan merata, baik geografis maupun ekonomis.
4. Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat
RSUD Kepahiang memberikan layanan berdasarkan pada pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat serta lingkungannya.
5. Kemitraan
RSUD Kepahiang menggalang kemitraan yang dinamis dan harmonis antara pemilik dan pihak yang berkepentingan melalui pendayagunaan potensi yang dimiliki.
6. Mengutamakan Manfaat
RSUD Kepahiang lebih mengutamakan kepentingan umum agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan lingkungannya.
7. Tata Penyelenggaraan Yang Baik
RSUD Kepahiang dikelola secara demokratis dengan kepastian hukum terbuka (transparan), rasional dan profesional serta bertanggung jawab dan bertanggung gugat (accountable).
BAB III
ANALISIS LINGKUNGAN
A. IDENTIFIKASI FAKTOR EKSTERNAL
1. Lingkungan Eksternal Makro
1.1 Geografi
Kabupaten Kepahiang memiliki letak yang sangat strategis karena berada pada persimpangan tiga jalur utama transportasi, yaitu :
§ Ke arah Barat menuju ibukota propinsi Bengkulu (kota Bengkulu)
§ Ke arah Utara menuju ibukota kabupaten Rejang Lebong (Curup) dan kota Lubuk Linggau kabupaten Musi Rawas propinsi Sumatera Selatan
§ Ke arah Timur menuju kabupaten Lahat propinsi Sumatera Selatan
Secara geografis kabupaten Kepahiang merupakan daerah berbukit yang berada pada wilayah hutan lindung Bukit Daun atau daerah Bukit Barisan. Desa-desa yang ada di kabupaten Kepahiang tersebar disekitar kaki bukit kawasan hutan Bukit Daun dan berada pada sepanjang lintas Kepahiang –Curup.
Secara administrasi kabupaten Kepahiang berbatasan dengan :
§ Sebelah Utara dengan kecamatan Curup (kabupaten Rejang Lebong)
§ Sebelah Selatan dengan kecamatan Taba Penanjung (kabupaten Bengkulu Utara)
§ Sebelah Barat dengan kecamatan Taba Penanjung (kabupaten Bengkulu Utara)
§ Sebelah Timur dengan kecamatan Ulu Musi propinsi Sumatera Selatan
Transportasi umum yang melayani masyarakat di kabupaten Kepahiang adalah kendaraan roda empat, baik yang ingin ke kota Bengkulu, kota Curup maupun ke kota Lahat. Jarak kabupaten Kepahiang dengan kota Bengkulu sekitar 65 Km yang ditempuh dalam waktu 1,5 – 2 jam melalui jalan yang menanjak memotong bukit Barisan. Sedangkan jarak ke kota Curup sekitar 20 Km yang ditempuh dalam waktu 30 – 40 menit dengan kondisi jalan yang cukup berliku dengan kondisi baik dan beraspal.
1.2 Demografi
Penduduk kabupaten Kepahiang sampai dengan tahun 2004 berjumlah 127.370 jiwa, dengan luas wilayah kabupaten 66.500 Ha yang terbagi dalam 4 kecamatan meliputi kecamatan Kepahiang, kecamatan Bermani Ilir, kecamatan Tebat Karai dan kecamatan Ujan Mas. Jika dihubungkan dengan luas wilayah maka kepadatan penduduk per Km2 adalah 191 jiwa, dengan sebaran penduduk yang tidak merata dimana lebih banyak pada kelompok umur produktif.
1.3 Politik Dan Perundang-undangan
Aspek legal dan regulasi antara lain Peraturan Pemerintah di bidang kesehatan dan diluar bidang kesehatan akan berpengaruh terhadap organisasi RSUD Kepahiang. Peraturan tersebut akan berpengaruh terhadap arah pengembangan serta kebijakan termasuk pemasaran rumah sakit.
1.4 Ekonomi
Potensi masyarakat cukup tinggi seiring dengan perubahan di sektor perkebunan, pertanian dan pegawai negeri maupun swasta. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan daya beli masyarakat termasuk sektor layanan kesehatan.
1.5 Sosial Budaya
Tingkat pendidikan masyarakat kabupaten Kepahiang sebagian besar tidak atau belum tamat Sekolah Dasar (46,2%), tamat SD (27,7%) dan sisanya tamat SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Dengan tingkat pendidikan yang relatif masih rendah tersebut tentunya sangat berpengaruh pada pola pikir dan pandangan masyarakat terhadap kesehatan. Namun kondisi tersebut saat ini mulai mengalami perubahan dimana seiring dengan peningkatan sektor ekonomi masyarakat yang berakibat meningkatnya kesadaran dalam memenuhi tingkat pendidikan kecenderungan yang positif terhadap keberadaan RSUD Kepahiang.
1.6 Kesehatan
Sarana kesehatan yang sudah memadai dari jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit lain akan memacu RSUD Kepahiang untuk bersaing secara konduktif dan konstruktif.
2. Lingkungan Eksternal Mikro
2.1 Pemasok
Lokasi RSUD Kepahiang yang sangat strategis memudahkan pasien yang datang sendiri ke rumah sakit, yang merupakan rujukan dokter, bidan dan asuransi kesehatan.
2.2 Pesaing
Persaingan secara sehat dan konstruktif mutlak harus diberlakukan baik dari klinik swasta, praktek-praktek dokter swasta merupakan mitra pesaing RSUD Kepahiang.
2.3 Pelanggan
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin pasien yang berkunjung ke RSUD Kepahiang, sebagian besar pasien adalah masyarakat yang berdomisili di kabupaten Kepahiang.
B. IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL
1. Organisasi
RSUD Kepahiang saat ini merupakan unsur penunjang pemerintah daerah di bidang pelayanan kesehatan yang mempunyai fungsi koordinasi dan perumusan kebijakan pelaksanaan serta fungsi pelayanan masyarakat dibidang pelayanan kesehatan tersebut. Unsur-unsur organisasi RSUD Kepahiang terdiri dari direktur, unsur pelaksana tehnis. Unsur pelaksana tehnis tersebut yaitu bidang, sub bidang, bagian, sub bagian, instalasi, komite medik, komite perawatan, staf medik fungsional dan jabatan fungsional lainnya.
2. Manajemen
Proses manajemen rumah sakit secara profesional banyak kendala yang masih sulit diatasi. Sumber daya manusia sebagai hasil rekruitmen yang tidak berdasarkan kebutuhan kompetensi yang diinginkan sebelumnya, harus dididik dan dilatih agar dapat memiliki kompetensi tersebut. RSUD Kepahiang dapat menggunakan secara langsung penghasilannya untuk kegiatan investasi dan operasional. Penentuan tarif rumah sakit saat ini masih berdasarkan peraturan daerah tanpa memperhitungkan unit cost. Untuk itu masih diperlukannya advokasi secara intensif kepada pemerintah daerah dan DPRD yang menyediakan dana bagi keperluan investasi peralatan modern, pengembangan sumber daya manusia dalam rangka menunjang mutu pelayanan rumah sakit yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
3. Fasilitas Fisik
RSUD Kepahiang yang terletak di jantung kota Kepahiang berdiri diatas tanah + 7500 m2 dengan luas lantai 4500 m2 terdiri dari gedung administrasi, ruang instalasi rawat jalan (poliklinik), instalasi gawat darurat, ruang laboratorium, ruang instalasi rawat inap (kelas I, II, III dan VIP), ruang perawatan dan persalinan, ruang instalasi gizi, ruang IPSRS, kamar mayat, kamar operasi, gedung wokrshop, gedung apotek dan kantin.
4. Ketenagaan
Total tenaga RSUD Kepahiang sampai saat ini berjumlah 52 orang sedangkan formasi yang dibutuhkan 128 orang belum termasuk tenaga administrasi, sehingga kekurangan formasi 76 orang. Ditinjau dari 7 kategori tenaga kesehatan, tenaga medik dan keperawatan masih belum mencukupi, demikian juga tenaga strategis lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel. Data Ketenagaan RSUD Kepahiang
Tahun 2005
| No | Jenis Ketenagaan | Keadaan Sekarang | Formasi | Kekurangan |
| 1. | Dokter spesialis dasar | 0 | 4 | 4 |
| 2. | Dokter umum | 9 | 12 | 3 |
| 3. | Dokter spesialis orthodontie | 1 | 1 | 0 |
| 4. | Dokter gigi | 1 | 1 | 0 |
| 5. | Apoteker | 0 | 1 | 1 |
| 6. | SAA/SMF | 1 | 2 | 1 |
| 7. | D3 farmasi | 1 | 1 | 0 |
| 8. | SKM | 0 | 4 | 4 |
| 9. | S1 keperawatan | 1 | 2 | 1 |
| 10. | D3 dan D1 kebidanan | 7 | 24 | 17 |
| 11. | D3 keperawatan / SPK | 17 | 48 | 31 |
| 12. | D3 gizi / SPAG | 2 | 3 | 1 |
| 13. | D3 kesling | 1 | 3 | 2 |
| 14. | D3 radiologi | 1 | 2 | 1 |
| 15. | D3 fisioterapi | 2 | 2 | 0 |
| 16. | Elektromedik | 1 | 1 | 0 |
| 17. | Perawat gigi | 1 | 2 | 1 |
| 18. | Anestesi | 0 | 1 | 1 |
| 19. | Pekarya kesehatan | 5 | 6 | 1 |
| 20. | Analis | 1 | 8 | 7 |
|
| Jumlah | 52 | 128 | 76 |
5. Produk Layanan
RSUD Kepahiang saat ini memberikan layanan terhadap kasus-kasus penyakit dalam, penyakit anak, kebidanan dan kandungan, penyakit bedah, gawat darurat, laboratorium dan gizi. Pelayanan yang dimulai dikembangkan adalah keluarga berencana, radiologi, fisioterapi, ICU, anestesi dan kegiatan operasional lainnya.
C. ANALISA SWOT
1. Faktor Internal
1.1 Kekuatan (strenght)
§ Letak RSUD Kepahiang sangat strategis karena berada di jalan lintas Pagar Alam, Bengkulu serta Curup Lubuk Linggau.
§ Fasilitas / peralatan kesehatan cukup memadai (terus menerus ditingkatkan jumlah dan macam peralatan).
§ Adanya dukungan dari pemerintah daerah
§ Sumber anggaran APBN melalui propinsi
§ Tarif pelayanan lebih rendah dibandingkan rumah sakit pesaing
1.2 Kelemahan (weakness)
§ APBD masih minim
§ Ruang ICU belum ada
§ “Main set” karyawan masih seperti di puskesmas
§ Kualitas SDM (dokter, perawat dan pelaksana belum memuaskan)
§ Jumlah tenaga perawat terampil dan mahir masih kurang
§ Birokrasi pengadaan barang dan kepegawaian masih terikat
§ Manajemen keuangan masih membatasi penggunaan secara langsung
§ Pemasaran belum dilaksanakan secara optimal
§ Struktur organisasi belum mandiri
§ Kepatuhan terhadap standar operating procedure (SOP) belum baik
§ Manajemen mutu belum berjalan sebagaimana mestinya
§ Sistem informasi belum memenuhi standar
§ Pemanfaatan waktu pelayanan di poliklinik belum optimal
§ Produk yang ditawarkan belum cukup lengkap
2. Faktor Eksternal
2.1 Peluang (opportunities)
§ Letak RSUD Kepahiang yang mudah dijangkau kendaraan
§ Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik dan kian meningkat
§ Kesempatan untuk pengembangan meningkat
§ Pertumbuhan penduduk cukup besar
§ Proses perubahan paradigma pada masa mendatang dimana RSUD Kepahiang bukan hanya melayani orang sakit tetapi juga pelanggan yang sehat
2.2 Ancaman (tthreat)
§ Fasilitas rumah sakit dan klinik-klinik pesaing lebih baik
§ Kenaikan harga barang kebutuhan rumah sakit
§ Pendidikan dan pengetahuan masyarakat yang semakin meningkat menghasilkan masyarakat yang lebih kritis
§ Berkurangnya subsidi dari pemerintah
§ Berkembangnya pengobatan alternatif.
BAB IV
ISSUE DAN STRATEGIK
A. ISSUE PENGEMBANGAN
1. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam kualitas pelayanan harus disertai dengan peningkatan sumber daya manusia dalam cara memberikan pelayanan untuk menjamin kepuasan pelanggan sesuai dengan pelayanan prima.
2. Peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang agar sesuai dengan standar namun tetap berdampak positif terhadap lingkungan.
3. Mengembangkan berbagai jenis pelayanan berdasarkan hasil survei permintaan/ kebutuhan masyarakat sehingga investasi dapat efektif dan efisien.
4. Penerapan sistem akuntabilitas agar pelaksanaan tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam mencapai misi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang dapat dievaluasi keberhasilan / kegagalannya.
5. Penerapan pola tarif berdasarkan unit cost sehingga dapat menentukan margin yang diinginkan yang dapat dipergunakan bagi pemeliharaan rumah sakit agar tetap eksis serta pengembangan.
6. Menerapkan manajemen penghematan biaya sehingga unit cost dapat diupayakan serendah mungkin sehingga terjangkau pelanggan dan tidak merugikan rumah sakit maupun pengguna jasa.
7. Melaksanakan fungsi pemasaran sebagai strategi bisnis sehingga Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang sebagai institusi dapat selalu memberikan kepuasan berkelanjutan (sustainable satisfaction) pada tiga pihak utama yaitu pelanggan, pemerintah dan karyawan rumah sakit.
B. STRATEGI GENERIK
1. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang akan memberikan pelayanan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat dan akan lebih murah jika dibandingkan dengan rumah sakit lain sebagai pesaing.
2. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang akan menyediakan berbagai pelayanan yang berbeda dengan rumah sakit lain dan keunggulan tertentu yang mampu meningkatkan daya saing rumah sakit lain.
3. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang akan mengembangkan pelayanan kasus-kasus kecelakaan sebagai pelayanan unggulan, karena Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang berada pada jalur jalan raya dengan lalu lintas yang sangat padat.
C. STRATEGI PENYEHATAN GENERIK
1. Pertumbuhan organisasi dan desentralisasi organisasi yang kondusif dengan manajemen yang mempunyai otorisasi penuh dan desentralisasi unit – unit pelayanan tertentu melalui konsep Strategic Bussiness Unit ( SBU ), dengan model manajemen T.Q.M
2. Manajemen perubahan ( change management )
3. Pengendalian keuangan yang kuat / terpusat
4. Orientasi ulang produk dan pasar. Diversifikasi pelayanan, inopasi produk- produk baru pelayanan, serta pemberdayaan dan peningkatan pemberdayaan unit – unit pelayanan yang berpotensi atau sudah menjadi revenue center.
5. Meningkatkan pemasaran.
Membuka unit pelayanan ekskutif ( swasta ) sesuai denan demand segmen masyarakat yang mempunyai kemampuan membayar lebih tinggi.
6. Pengurangan biaya, penghematan dan efisiensi pembiayaan terutama pada unit – unit yang merupakan cost center.
7. Investasi, sebagai modal kerja untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pelayanan.
8. Restrukturisasi sistem pembiyaan, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kemampuan pembiayaan rumah sakit.
BAB V
STRATEGI PENGEMBANGAN
Tuntutan untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat perlu diantisipasi dengan perencanaan dan strategi pengembangan yang baik pula. Untuk itu perlu beberapa strategi pengembangan yang dapat dikembangkan antara lain :
- Terbentuknya kelembagaan serta registrasi dan penetapan kelas RSUD Kepahiang yang bertujuan untuk pengembangan pelayanan kesehatan yang maksimal.
- Terselenggaranya pelayanan 4 spesialis dasar (spesialis Penyakit dalam, penyakit bedah, anak, dan kebidanan) sebagai salah satu modal dasar terselenggaranya rumah sakit yang memenuhi standar sebagai rumah sakit tipe C.
- Rekruitmen tenaga secara menyeluruh (dokter, perawat, bidan dan tenaga teknis lainnya) sesuai dengan kompetensi.
- Peningkatan pelayanan spesialis penunjang sebagai salah satu produk unggulan RSUD Kepahiang.
- Melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
- Mengupayakan semaksimal mungkin peningkatan kualitas sumber daya manusia rumah sakit agar mempunyai daya saing yang tinggi dibidang pelayanan kesehatan.
- Memaksimalkan pengguna fasilitas sumber daya rumah sakit untuk memperluas pasar agar lebih dikenal masyarakat luas, khususnya masyarakat kabupaten Kepahiang dalam upaya peningkatan pendapatan RSUD Kepahiang.
- Menciptakan budaya “Hemat Biaya” bagi seluruh karyawan RSUD Kepahiang.
A. STRATEGI UMUM RUMAH SAKIT
1. Sumber Daya Manusia
Ø Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan baik di lingkungan rumah sakit maupun diluar rumah sakit.
Ø Menyiapkan tenaga medik spesialis untuk memenuhi kebutuhan tenga medik dalam rangka pengembangan rumah sakit.
Ø Penyempurnaan sistem insentif dan penjenjangan karier berdasarkan prestasi kerja
Ø Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan lanjutan (spesialisasi)
2. Sarana dan Prasarana
Ø Meningkatkan pengunaan peralatan medik
Ø Melengkapi peralatan medik sebagai sarana penunjang rumah sakit
Ø Menerapkan dan meningkatkan sistem pemeliharaan inventori dan pengembangan
3. Produk Pelayanan
Ø Pengembangan produk pelayanan unggulan
Ø Pengembangan produk pelayanan penunjang
4. Manajemen Umum dan Organisasi
Ø Mensosialisasikan visi, misi, tugas pokok dan fungsi
Ø Penyempurnaan prosedur tetap dan petunjuk teknis
Ø Mengefektifkan fungsi-fungsi manajemen di seluruh jajaran rumah sakit
Ø Restrukturisasi bertahap sesuai dengan perubahan lingkungan
5. Keuangan dan Program
Ø Penyesuaian tarif secara berkala
Ø Melaksanakan perhitungan biaya operasional yang bersifat rasional, efektif dan efisien
Ø Penyesuaian jasa pelayanan medik secara berkala
Ø Meningkatkan penerimaan rumah sakit melalui sumber pendapatan yang baru
Ø Penghitungan biaya yang berbasis pada kegiatan
Ø Pengembangan sistem informasi keuangan an akuntansi rumah sakit
6. Informasi
Ø Pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit berbasis pada teknologi informasi
7. Pemasaran
Ø Meningkatkan kerjasama dan analisis dengan pihak-pihak yang terkait dengan rumah sakit
Ø Strategi pemasaran internal dan eksternal
B. PROGRAM KERJA BIDANG / BAGIAN
1. Bagian Sekretariat
1.1 Subbagian Kepegawaian
a. Penyusunan analisis jabatan dan beban kerja pegawai
b. Penyusunan sistem informasi manajemen kepegawaian
c. Penyusunan pedoman pembinaan pegawai
d. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan
1.2 Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan
a. Sosialisasi tata tertib administrasi surat menyurat
b. Perbaikan sistem pengelolaan inventaris rumah sakit
c. Peningkatan pemeliharaan dan kebersihan rumah sakit
d. Penambahan sarana dan prasarana rumah sakit
1.3 Subbagian Rekam Medik dan Informasi
- Mengupayakan pengembalian berkas rekam medik tepat waktu baik dalam hal kelengkapan maupun jumlahnya
- Peningkatan sistem informasi manajemen rumah sakit
- Peningkatan pelayanan informasi intern melalui media elektronik
- Sistem pendaftaran perjanjian di masing-masing penyedia layanan
- Komputerisasi rekam medik
2. Bagian Keuangan dan Program
2.1 Subbagian Penyusunan Program
a. Pengembangan sumber daya manusia dari berbagai aspek : profesional dalam bidangnya masing-masing, optimalisasi sumber daya manusia yang tersedia, disiplin, pola berfikir customer oriented.
b. Penyusunan dan evaluasi program kerja yang komprehensif
c. Peningkatan peran fungsi pemasaran rumah sakit baik internal maupun eksternal
d. Peningkatan program kerja pendidikan dan pelatihan
2.2 Subbagian Penyusunan Anggaran
a. Penyusunan sistem informasi manajemen akuntansi
b. Penyusunan sistem dan prosedur akuntansi keuangan
c. Evaluasi program kerja
d. Penetapan tarif rumah sakit yang kompetitif
3. Bidang Pelayanan Medik
3.1 Instalasi Rawat Inap
a. Penambahan tenaga pada bagian-bagian yang kurang
b. Peningkatan pelayanan medik dan non medik
c. Peningkatan manajemen instalasi rawat inap
d. Peningkatan sistem informasi manajemen
e. Pelaksanaan pemasaran 5P (person, place, produk, price, promotion)
f. Penambahan peralatan medik dan keperawatan sesuai standar dan kebutuhan
g. Penyempurnaan ruang isolasi perlindungan serta ruang isolasi infeksi
h. Peningkatan jumlah pasien pribadi dengan mengoptimalkan pemakaian ruang VIP dan kelas I
i. Peningkatan pelatihan dan pendidikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
3.2 Instalasi Rawat Jalan
a. Penambahan tenaga pada bagian-bagian yang kurang
b. Peningkatan pelayanan medik dan non medik
c. Peningkatan manajemen di instalasi rawat jalan
d. Pelaksanaan pemasaran 5P (person, place, produk, price, promotion)
e. Penambahan peralatan medik dan keperawatan sesuai standar dan kebutuhan
f. Melaksanakan general chek up untuk :
§ Peningkatan profesional staf
§ Peningkatan customer oriented
§ Perbaikan sistem kerja
3.3 Instalasi Gawat Darurat
a. Peningkatan tenaga terlatih melalui pendidikan dan pelatihan lanjutan khusus perawat IGD
b. Peningkatan pelayanan medik dan non medik
c. Peningkatan manajemen pelayanan di IGD
d. Pelaksanaan pemasaran 5P (person, place, produk, price, promotion)
e. Penambahan peralatan medik dan keperawatan sesuai standar dan kebutuhan
3.4 Instalasi Farmasi
a. Peningkatan manajemen farmasi dan pelayanan informasi obat
b. Peningkatan sumber daya manusia
c. Pengadaan sarana dan prasarana
3.5 Instalasi Gizi
a. Pengembangan sumber daya manusia
b. Perbaikan tata ruang dan peralatan
c. Pengadaan sarana dan prasarana penunjang
d. Pembuatan daftar diet dan makanan beberapa jenis penyakit
e. Pengadaan konsultasi gizi bagi pelanggan yang sakit maupun yang sehat, bagi pasien rawat inap maupun rawat jalan
3.6 Instalasi Radiologi
a. Pengembangan pelayanan interventional radiologi
b. Mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak swasta seperti praktek dokter dan klinik-klinik swasta
c. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan
d. Perbaikan tata ruang dan pengadaan peralatan sesuai standar dan kebutuhan
3.7 Instalasi Laboratorium
a. Peningkatan pelayanan laboratorium dengan peralatan modern
b. Pengadaan sarana dan prasarana
c. Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan
d. Penambahan tenaga laboratorium terlatih
3.8 Instalasi Rehabilitasi Medik
a. Pengaturan tata ruang fisioterapi
b. Pengadaan sarana dan prasarana medik dan non medik
3.9 Instalasi Kamar Operasi / Bedah
a. Pengadaan sarana dan prasarana medik dan non medik penunjang kamar operasi sentral
b. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi tenaga terlatih
c. Penambahan tenaga terlatih
3.10 Instalasi CSSD dan Laundry
a. Pengadaan peralatan penunjang bagi instalasi laundry
b. Pengadaan peralatan CSSD / sterilisasi sentral
c. Pengembangan sumber daya manusia
d. Peningkatan manajemen pelayanan di bagian CSSD dan laundry
e. Peningkatan pelayanan sterilisasi dan produksi bahan medik steril
f. Peningkatan dan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit
g. Pengadaan sarana dan prasarana penunjang sesuai standar dan kebutuhan rumah sakit
3.11 Instalasi Bedah Sentral
a. Peningkatan profesionalisme masing-masing profesi melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan
b. Penambahan tenaga perawatan dan administrasi
c. Pengembangan operasi-operasi unggulan
d. Peningkatan manajemen pelayanan operasi
3.12 Instalasi Anestesi dan Perawatan Intensif
a. Penyelenggaran sistem informasi manajemen
b. Pengembangan ICU dengan kelengkapan fasilitasnya
c. Peningkatan kualitas pelayanan manajemen di ICU
d. Pengaturan tata ruang berdasarkan kebutuhan rumah sakit
e. Peningkatan kerjasama dengan multidisiplin lain
3.13 Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
a. Pengadaan peralatan penunjang pemeliharaan rumah sakit
b. Peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kesling, elektromedik maupun hiperkes
c. Penambahan tenaga profesional di bidangnya seperti tenaga listrik, tenaga mesin dan lain-lain
d. Pengadaan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) memenuhi standar seperti incenerator, pembuatan bak kontrol dan pengadaan kontainer.
e. Pengadaan alat pemadam api ringan (APAR)
f. Pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh karyawan rumah sakit
g. Pemeliharaan lingkungan rumah sakit melalui pelaksanaan fogging maupun penyebaran abathe pada bak penampungan air
h. Peningkatan pemeliharaan preventif dan korektif peralatan medik, non medik dan prasarana rumah sakit
i. Peningkatan pengelolaan bengkel medik dan non medik
j. Perencanaan pemeliharaan sarana bangunan fisik dan lingkungan rumah sakit yang terprogram
k. Peningkatan pelayanan sanitasi dan kesehatan lingkungan
4. Bidang Pelayanan Keperawatan
a. Menyempurnakan standar / protap keperawatan secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan IPTEK keperawatan dan mensosialisasikan terhadap semua sumber daya manusia keperawatan
b. Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien
c. Penambahan tenaga-tenaga keperawatan sesuai dengan kebutuhan dari setiap instalasi rawat inap maupun rawat jalan
d. Peningkatan kualitas tenaga-tenaga keperawatan melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan secara terus-menerus
e. Peningkatan kesejahteraan perawat secara terus-menerus sesuai dengan beban kerja yang rasional
f. Peningkatan fasilitas ruang dan peralatan keperawatan sesuai dengan kebutuhan
g. Peningkatan mutu manajemen pelayanan keperawatan di setiap instalasi rawat inap dan rawat jalan
h. Mengadakan studi banding ke beberapa rumah sakit lain yang lebih maju di bidang manajemen keperawatan
i. Evaluasi program kerja secara berkala
BAB VI
PENUTUP
Seiring dengan kemajuan perkembangan teknologi yang begitu pesat dibidang informasi, komunikasi dan transportasi di era globalisasi, telah membawa dampak yang positif maupun negatif untuk perkembangan pelayanan kesehatan khususnya perumahsakitan. Hal ini memacu rumah sakit untuk meningkatkan daya saingnya, agar dapat bertahan dan tumbuh.
RSUD Kepahiang sebagai sentra pelayanan kesehatan kabupaten harus senantiasa memperbaiki cara-cara manajemen rumah sakit, termasuk organisasi rumah sakit yang efisien dan efektif.
Rencana strategis ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan rumah sakit Kepahiang menjadi rumah sakit yang memiliki daya saing tinggi. Investasi di bidang kesehatan khususnya rumah sakit oleh pemerintah daerah kabupaten Kepahiang, sangat dibutuhkan serta dukungan dari semua komponen masyarakat harus terus menerus dibina dan ditumbuhkan untuk kemajuan RSUD Kepahiang.
DAFTAR PUSTAKA
Bounds, Greg : Beyond Total Quality Management, McGraw Hill, Inc. New York, International Edition, 1994.
Ciptono, Fandi : Manajemen Jasa dan Strategi Bisnis, Penerbit Andi, Jogyakarta, 2000.
Gaucher, Ellen J : Total Quality in Health Care, Jossey Bass Publishers, Sans Fransisco, 1993.
Hijanto, Sandi : Renstra RSB 2001-200?, Mata Ajaran Manajemen Stratejik, PS KARS UI 2000.
Rencana Stratejik 1999 – 2004 : Rumah Sakit Umum Pusat, dr. Sardjito, Yogyakarta.
Rumah Sakit Modern : Mata Ajaran Manajemen Pemasaran, Tekno Utama, PS KARS UI 2000.
Sistem Kesehatan Nasional : Departemen Kesehatan RI, 2004.
Subanegara, Hana Permana : Mata Ajaran Manajemen Startejik, PS KARS UI 2002.
Supriantoro : Mata Ajaran Manajemen Stratejik, PS KARS UI 2002.
Wijono, Djoko : Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Airlangga University Press, Surabaya, 1999.

Pak........bisa jelasin segala hal yang berkenaan dengan Rawat Jalan RSUD kepahiang gak ? mulai dari definisi, prosedur, sistem nya,dsb
BalasHapusSekalian la pak ma Struktur Organisasinya sekarang
Btw, RSUD kepahiang yang baru sudah muali beroperasi lum...lau seaidanya sudah beroperasi, RSUD yang dilokasi lama gman?...jadi puskesmas...atau gimana?
kuereeennn... update dung heee...
BalasHapus